Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!

Alasan Mengapa Teh Berbahaya Bagi Kesehatan

Segala sesuatu jika dilakukan ataui dikonsumsi secara berlebihan sudah tentu akan mengganggu kesehatan. Hal ini juga berlaku bagi teh, minuman favorit masyarakat Indonesia.

Minum teh yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia, tak hanya memberikan manfaat, namun juga membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dr John Milner, asisten Profesor Departemen Urology, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, menyatakan bahwa orang yang memiliki kecenderungan pembentukan batu ginjal, teh merupakan minuman yang tidak dianjurkan untuk diminum.

Teh mengandung oxalate dengan konsentrasi tinggi, salah satu zat kimia yang dapat memicu pembetukan batu ginjal dan kerusakan umum saluran kemih.

Selain itu, kebiasaan kurang baik selama musim panas yang sering dilakukan banyak orang adalah cenderung memilih minuman segar seperti es teh manis, dibandingkan minum air putih.

Dehidrasi yang dikombinasikan dengan peningkatan konsumsi teh, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal terutama bagi orang yang mengidap risiko itu.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam. Sering kali ditemukan di urin dalam ginjal atau uretra (saluran kecil yang mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih).

Tak hanya minum teeh dalam porsi banyak yang berbahaya, Bila seseorang mengkonsumsi Teh bersama makanan besar (makan nasi dengan lauk), Zat besi yang ada di lauk akan terikat oleh tannin dan catechin sehingga tidak dapat terserap usus.

Fe atau zat besi di makanan berguna membentuk sel darah merah atau eritrosit. Jadi, bila seseorang kekurangan zat besi, akan timbul penyakit kekurangan sel darah merah atau eritrosit yang sering disebut anemia Defisiensi Besi.

Anemia Defisiensi Besi yang parah dalam waktu lama bisa mengakibatkan berbagai komplikasi anemia diantaranya gagal jantung, gangguan pertumbuhan dan komplikasi saat persalinan.

Jika kamu suka artikel ini, sumbangkan komentar kamu

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar tentang apa yang telah dibacanya... :)