Kurangnya perhatian dan sedikit informasi yang
diperoleh menjadi alasan mengapa banyak wanita mengabaikan pentingnya merawat
Miss V. Keengganan untuk bertanya atau mencari informasi tentang Miss V membuat
banyak wanita semakin ceroboh dalam merawat organ kewanitaannya ini. Agar tidak
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, simaklah baik-baik informasi penting
berikut ini.
1. Miss V mampu menjaga kebersihannya sendiri
Di luar dari penggunaan sabun dan pembersih
yang keras, Miss V ternyata mampu menjaga kebersihannya sendiri lho. Hal ini
dikarenakan ia banyak kelenjar yang menghasilkan cairan yang dibutuhkan baik
sebagai pelumas atau pembersih untuk daerah kewanitaan Anda. Penggunaan sabun
yang mengandung pewarna kimia atau wangi-wangian dapat mengakibatkan iritasi
pada Miss V dan menghilangkan cairan pelumas yang berperan sangat penting.
Ketika komponen ini hilang karena dicuci dengan sabun, bakteri anaerobic dan
juga fungi semakin banyak, sehingga dapat menyebabkan Miss V menjadi bau dan
gatal.
2. Miss V melebar ketika terangsang
Rata-rata lebar Miss V pada wanita umumnya
adalah 3 sampai 4 inci. Namun, ia dapat melebar lebih dari 4 inci ketika sedang
mendapat rangsangan. Ada beberapa wanita yang kesakitan ketika sedang melakukan
hubungan seksual dengan pasangannya karena ukuran penis yang cukup atau sangat
besar. Saran untuk menggunakan banyak pelumas dan melakukan hubungan seksual
secara perlahan disarankan oleh Dr. Lissa Rankin, seorang gynecologist yang
ahli dalam menangani masalah wanita. Anda pun disarankan untuk meminta pasangan
Anda melakukan pemanasan sebelum bercinta. Semakin Anda mendapat banyak
rangsangan, semakin kecil kemungkinan Anda merasa sakit saat berhubungan.
3. Seperti kulit wajah, Miss V dapat mengerut
seiring bertambahnya usia
Fakta kehidupan: Penampilan bagian kewanitaan
Anda akan berubah seiring bertambahnya usia Anda. Kulit Miss V mungkin tidak
lagi kencang karena jumlah hormon estrogen yang berkurang sehingga lapisan
lemak pada kulit Miss V mengerut. Menipisnya jumlah kolagen juga dapat
menyebabkan kulit Miss V mengendur. Ditambah lagi, kulit kelamin akan menggelap
dan klitoris akan mengerut.
4. Miss V, bukan lubang tak berdasar
Setiap wanita sering mendengar mitos bahwa
sesuatu bisa saja “hilang” ke dalam Miss V. Jangan takut, Miss V Anda tidak
terhubung dengan organ lain pada tubuh Anda. Jadi, jangan takut akan ada yang
hilang di dalam sana! Akan tetapi, ada juga kemungkinan pembalut dapat
tertinggal di dalam Miss V. Penggunaan pembalut yang terlalu lama dapat
menyebabkan kemungkinan ini terjadi. Seperti kapas yang terdapat pada permukaan
pembalut yang bisa saja ikut terbawa masuk ke dalam Miss V. Hal ini berbahaya
karena jika kurang hati-hati dapat menimbulkan infeksi pada dinding Miss V.
Jika hal ini terjadi segeralah berkonsultasi ke dokter sehingga dapat ditangani
dengan cepat dan aman menggunakan speculum dan forceps.
5. Beberapa wanita mengalami ejakulasi
bersamaan dengan orgasme
Ada beberapa kelenjar di sekitar uretra yang
menghasilkan cairan, khususnya ketika dinding Miss V berstimulasi. Area ini
oleh beberapa ahli disebut "prostat wanita", kumpulan kelenjar,
pembuluh darah, nadi, jaringan spon, yang ketika berstimulasi dapat menghasilkan
cairan pada Miss V beberapa wanita.
6. Miss V berubah bentuk setelah melahirkan
Ada cara untuk mengembalikan kekencangan Miss
V Anda setelah melahirkan. Dokter menyarankan Kegels, semacam olahraga untuk
mengembalikan keindahan Miss V Anda setelah melahirkan.
7. Miss V seperti otot bisep, rawatlah atau
Anda kehilangan keindahannya
Melakukan hubungan intim bukan satu-satunya
cara untuk menjaga jaringan sensitif pada dinding Miss V Anda sehat. Ada banyak
cara lain, seperti Yoni, sebuah pijatan lembut untuk daerah kewanitaan Anda.
Jangan Anda mengabaikan kesehatan Miss V Anda, dinding Miss V akan merapuh dan
ketika masa menopause datang, dinding Miss V akan terluka dan sedikit menutup.
8. Produksi lendir di dalam Miss V yang
berbeda-beda
Beberapa wanita memiliki ektropion, kelenjar
yang diproduksi di dalam serviks. Jika kelenjar yang ada di dalam serviks ini
menghasilkan jaringan yang berlendir, maka jumlah pengeluaran lendir pada Miss
V akan meningkat. Beberapa wanita menghasilkan jumlah yang cukup banyak bahkan
sangat banyak. Warna lendir yang keluar dinyatakan sehat jika warnanya
keputih-putihan, dan menjadi kuning ketika mengering. Tetapi jika lendir
berwarna kehijauan ketika basah, terasa gatal atau panas dan berbau tidak
sedap, sebaiknya segera periksakan ke dokter.


