Saat ini rasanya semakin mudah mendapatkan
informasi yang diinginkan, salah satunya tentang seks. Sayangnya tidak semua
informasi tersebut benar, termasuk mitos konyol seputar seks berikut ini.
Ada banyak informasi tentang seks yang
tersedia terutama di internet dan dunia maya, tapi kadang sulit menilai mana
informasi yang berisi fakta dan mana yang hanya mitos belaka.
Tapi jika mendengar 6 informasi berikut ini,
sebaiknya jangan dipercaya karena hanya mitos konyol saja, seperti dikutip dari
Timesofindia, yaitu:
1. Oral seks bisa bikin hamil
Mungkin ini salah satu mitos yang masih banyak
dipercaya terutama oleh remaja. Namun faktanya perempuan tidak bisa hamil dengan
melakukan oral seks, bahkan jika si perempuan menelan sperma.
2. Jika penis ditarik sebelum ejakulasi, aman
dari kehamilan
Informasi ini tidaklah benar. Ini karena
segera setelah laki-laki mendapatkan ereksi maka ia mulai memproduksi cairan
termasuk sperma yang cukup bisa membuat seorang perempuan hamil. Jika memang
tidak ingin memiliki bayi, sebaiknya gunakan kondom saat melakukan hubungan
seks.
3. Hubungan seks pertama kali tidak akan bikin
hamil
Fakta yang ada adalah seorang gadis tetap
memiliki kemungkinan untuk hamil tanpa melihat apakah ini hubungan seksnya yang
pertama kali atau tidak. Untuk itu sebaiknya hindari perilaku seks yang
berisiko, karena tidak ada yang dapat memprediksi dengan pasti kapan sperma
bisa mencapai sel telur dan menyebabkan kehamilan.
4. Ukuran kaki bisa memberitahu ukuran penis
laki-laki
Mitos ini bisa jadi termasuk salah satu yang
tertua, dan benar-benar tidak ada dasarnya. Ukuran kaki seseorang tidak ada
hubungannya dengan organ pribadi di dalam tubuh. Bahkan bisa saja ukuran kaki
seorang laki-laki berbanding terbalik dengan ukuran penisnya.
5. Hubungan seks saat menstruasi aman
dilakukan
Jika tidak ingin memiliki bayi yang tak
terencana, sebaiknya berhenti percaya dengan hal ini karena perempuan bisa
hamil kapan saja jika ia berhubungan seks tanpa kontrasepsi.
Selain itu, perlu diingat bahwa sperma dapat
bertahan selama beberapa hari setelah berhubungan seks, bahkan jika dilakukan
saat menstruasi. Hal ini memungkinkan sperma tinggal di tubuh dan menyebabkan
kehamilan.
6. Selaput dara tidak utuh, tanda sudah tidak
perawan
Menjadi hal yang sangat konyol jika percaya
selaput dara merupakan satu-satunya bukti keperawanan. Hal ini karena selaput
dara atau hymen bisa rusak kapan saja, dan kadang tidak ada hubungannya dengan
aktivitas seksual.
Beberapa kegiatan diketahui bisa menjadi salah
satu penyebab rusaknya selaput dara misalnya olahraga berlebihan, atau
melakukan kegiatan lain seperti bersepeda dan berkuda.


