Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!

Cerita tentang Mimpi, Ayam dan Elang

Suatu hari, hiduplah seekor elang yang menyimpan telur-telurnya di atas pohon tinggi. Di dalam sarangnya, keempat telur sama-sama menunggu untuk menetas dan menikmati hidup.

Tak disangka, sebuah gempa bumi datang dan menjatuhkan sebutir telur ke bawah. Beruntunglah telur tersebut tidak pecah dan jatuh di semak-semak dekat dengan peternakan ayam. Seekor induk ayam melihat telur tersebut kemudian membawanya pulang.

Merasa iba, tanpa berpikir panjang ia mengeraminya. Merawat dan memberikannya kehangatan, dan berharap ia bisa menetas dengan selamat.

Si telurpun akhirnya menetas. Dan keluarlah seekor anak elang yang cantik. Namun karena tak menyadari bahwa dirinya adalah seekor elang, ia menganggap dirinya sebagai ayam. Sama seperti ibu yang telah menetaskannya, dan teman-teman ayam yang tinggal bersamanya.

Lambat laun elang itupun beranjak dewasa. Ia seringkali termenung dan melihat ke angkasa. Langit begitu luas dan biru. Di sana terdapat burung yang lalu lalang menguasai angkasa, bebas dan seperti tak punya beban. Ia iri dan cemburu, kemudian berkata pada ibunya. "Ibu, apakah suatu hari nanti aku bisa terbang bebas seperti mereka?" Ibu dan teman-temannya hanya menertawakannya. Salah seekor di antaranya malah berkata, "hei, sadarlah! Kau ini seekor ayam, mana mungkin kau bisa terbang?"

Perkataan itu terus terngiang di telinga dan tertancap di benak si elang muda. "Iya juga ya, aku kan ayam, bagaimana bisa aku terbang seperti mereka."

Demikianlah hingga akhir hayatnya si elang hidup sebagai seekor ayam. Tak pernah mau mencoba mengepakkan sayap dan terbang.

Iya, benar. Si elang hidup seperti halnya ketika Anda punya impian dan akhirnya mengubur kembali impian tersebut, hanya karena tak ada yang memberi dukungan. Hanya karena orang di sekitar atau keluarga Anda meremehkan dan tak punya mimpi yang sama. Anda tak akan pernah bisa menggapai impian jika Anda tak percaya Anda bisa.

You are what you think!

Jika kamu suka artikel ini, sumbangkan komentar kamu

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar tentang apa yang telah dibacanya... :)