Tak hanya di telinga, menindik badan sudah
menjadi hal yang umum saat ini. Meskipun menindik badan relatif aman, tindakan
ini sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Berikut efek tindikan di
beberapa bagian tubuh yang sering muncul Komplikasi bervariasi tergantung pada
bagian badan yang ditindik, bahan yang digunakan, pengalaman praktisi yang
menindik, kebersihan alat dan perawatan setelah ditindik.
Dalam salah satu penelitian mengenai tindik
badan, para peneliti dari Northwestern University menemukan bahwa sekitar 20
persen dari tindikan menyebabkan infeksi.
Infeksi merupakan komplikasi yang paling umum,
diikuti oleh alergi, perdarahan, jaringan parut dan gangguan saat menjalani
prosedur medis, seperti ronsen dan USG.
"Karena tindikan semakin populer, para
petugas perawatan kesehatan harus makin akrab dengan cara melepas perhiasan
dalam situasi darurat, serta memahami komplikasi dan risiko kesehatannya,"
kata peneliti, Jaimee Holbrook, MD, pakar dermatologi di Northwestern
University seperti dilansir Los Angeles Times.
Beberapa gangguan yang dialami berdasarkan
tempat tindikan adalah:
Tindikan di bagian mulut atau lidah dapat menyebabkan
kesulitan berbicara dan makan, pengeluaran air liur yang berlebihan dan
gangguan pada gigi. Tindikan di mulut dan hidung dapat tersedot bahkan masuk ke
dalam badan sehingga membutuhkan operasi untuk mengambil tindikan.
Tindikan di puting dapat merobek kulit. Gangguan galaktorea atau
air susu yang mengalir tiba-tiba dari payudara juga dapat disebabkan oleh
menindik puting. Wanita yang sedang hamil atau menyusui dan memiliki tindik
atau ingin ditindik sebaiknya menyadari komplikasi langka yang dapat
mempengaruhi dirinya sendiri atau anaknya.
Tindik pusar, menindik bagian tubuh ini sangat
memungkinkan terjadinya infeksi karena iritasi dari pakaian ketat yang
digunakan. Hal ini karena kulit pusar merupakan bagian yang sangat sensitif.
Tindikan di kelamin dapat menyebabkan kemandulan karena infeksi,
mengahalangi jalannya air seni, hingga menyebabkan jaringan parut. Pada pria,
priapism atau rasa sakit ketika ereksi bisa terjadi akibat tindikan di kelamin.
Tindik alis, menindik bagian tubuh ini sangat berisiko
jika tidak dilakukan ditempat yang tepat. Tindik harus dilakukan pada sudut 40
derajat dari sudut luar mata. Jika tempatnya tidak tepat maka berisiko
mengalami kerusakan saraf, karena daerah tersebut mengandung 3 saraf supra
orbital besar.
Tindik telinga bagian atas, menindik bagian telinga
tersebut lebih berbahaya karena terdapat tulang rawan disepanjang tepi telinga.
Jika terjadi infeksi di bagian tulang rawan tersebut akan lebih sulit untuk
diobati dan bisa memicu kecacatan pada telinga.
Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa
tindik badan bisa dijadikan sebagai penanda perilaku yang berbahaya, gejala
gangguan psikologis dan ciri kepribadian anti sosial.
Untuk menghindari komplikasi, pencegahan
adalah kuncinya. Orang yang ingin badannya ditindik sebaiknya mempertimbangkan
riwayat medisnya dengan lengkap untuk mengetahui kondisi yang dapat menyebabkan
komplikasi. Selain itu, memilih penindik badan yang memenuhi syarat juga perlu
untuk meminimalkan risiko.
Dr Holbrook menyarankan bagi orang yang mau
ditindik untuk mempertimbangkan sembilan hal sebagai berikut.
- Infeksi: Apakah pernah memiliki infeksi sebelumnya?
- Masalah kesehatan: Apakah pernah mengalami asma, gatal-gatal atau reaksi alergi yang parah?
- Gaya hidup: Apakah sering mencopot tindik ketika bekerja atau olahraga?
- Masalah penyembuhan: Apakah memiliki kecenderungan mengalami perbesaran organ atau luka yang tumbuh menjadi kulit baru?
- Anatomi: Apakah bagian tubuh yang ingin ditindik sudah tepat?
- Profesional: Apakah penindik telah cukup terlatih?
- Riwayat kesehatan: Apakah penindik memeriksa riwayat medis dengan lengkap, termasuk riwayat alergi, penyakit sistemik, terutama penyakit jantung, diabetes mellitus atau kondisi lain yang rentan terhadap infeksi?
- Bahan yang tepat: Apakah penindik menggunakan bahan yang sesuai, seperti perhiasan bebas nikel, untuk meminimalkan risiko alergi dan infeksi?
- Petunjuk perawatan: Apakah mendapat petunjuk perawatan setelah ditindik? Untuk tindikan di lidah, jangan minum aspirin selama tujuh hari dan obat anti radang non-steroid setidaknya satu hari sebelum prosedur menindik dan tujuh hari setelah tindikan. Aspirin dan obat anti radang non steroid dapat meningkatkan perdarahan.


