Cinta tidak tahu kapan datangnya atau dengan
siapa kita akan berjodoh. Tidak pernah terpikir olehku untuk memiliki
pendamping hidup dari negara lain. Di era yang sangat maju ini, menikah dengan
warga negara lain sudah biasa, tapi rasanya akan berbeda jika dua negara itu
pernah mengalami konflik.
Seperti yang diketahui banyak orang, Indonesia
dan Malaysia bagai sahabat lama yang kadang memiliki hubungan kurang hangat.
Tapi jangan salah, aku tidak pernah berpikir bahwa hubungan yang buruk ini
membuatku tidak mau bercengkerama dengan warga Malaysia. Karena aku menuntut
ilmu di negara tersebut saat kuliah, aku mendapat beasiswa.
Di masa kuliah itulah aku bertemu dengan
seorang pria warga negara Malaysia. Dia baik dan kami jatuh cinta teramat
dalam. Konflik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia tidak mengganggu
hubungan kami. Kami saling percaya bahwa saling menghargai adalah kunci utama
langgengnya hubungan kami. Kami berpikir, Indonesia dan Malaysia adalah sahabat
lama.
Beberapa teman atau keluarga sering menanyakan
apakah kami benar-benar serius, karena mereka takut jika hubungan negara yang
tidak harmonis (Anda pasti tahu bahwa beberapa warga Indonesia dan Malaysia
saling mengejek) akan berpengaruh pada hubungan kami. Tapi pada akhirnya kami
bertahan. Aku dan kekasihku tidak pernah menghakimi bahwa semua orang Malaysia
begini, atau semua orang Indonesia begitu.
Stereotip buruk yang saling diberikan atau
saling serang aksi demo membuat aku dan kekasihku makin dewasa menghadapi
perbedaan. Aku mulai belajar tentang kebudayaan Malaysia, kekasihku juga
belajar tentang Indonesia. Walaupun banyak kesamaan, tetap saja ada perbedaan
yang harus kami pelajari. Nyatanya, semakin kami mengenal banyak perbedaan,
semakin kami melihat bahwa perbedaan itu indah.
Usaha kami tidak sia-sia, kami menikah
beberapa bulan yang lalu. Perjalanan kami masih panjang, sindiran yang datang
kami jadikan media untuk saling berangkulan. Saat ini, aku ikut dengan suamiku.
Kami tinggal di Kuantan Malaysia. Semoga pernikahan kami langgeng, dan semoga
hubungan Indonesia Malaysia semakin baik.
Bagiku dan suamiku, itulah cinta, saat banyak
perbedaan datang, tergantung bagaimana usaha kita menyikapinya. Apakah
perbedaan itu dijadikan sumber permusuhan, atau dijadikan sarana untuk saling
mengenal.
Perbedaan akan semakin indah jika ada cinta
yang menyatukannya.


