Semua orang pernah mengalami kesalahan dan
kegagalan, termasuk urusan asmara dan cinta. Jika dulu dia begitu menawan,
begitu sempurna, seiring berjalannya waktu, ada hal yang mengganjal hati Anda.
Seperti ada dorongan untuk segera mengakhiri
hubungan ini. Tapi dengan alasan apa? "Saya dan dia tidak pernah
bertengkar hebat kok.." Ladies, hubungan asmara tanpa pertengkaran bukan
jaminan bahwa Anda sedang berhubungan dengan orang yang tepat. Coba kenali
tanda-tanda ini:
Tidak Menjadi Diri Sendiri
Wanita dan pria pada dasarnya akan saling
mengubah diri agar saling melengkapi ketika sedang jatuh cinta. Tapi ada
hal-hal mendasar yang merupakan 'itulah diri Anda yang sebenarnya'. Jika
tiba-tiba Anda menyadari bahwa ada rasa terkekang, tidak bisa mengekspresikan diri,
tidak bisa lagi pakai celana jeans (karena si dia hanya mau jika Anda pakai rok
atau dress cantik), dan sebagainya. Coba jujur pada diri sendiri, apakah Anda
tersiksa? Apakah Anda rindu dengan diri Anda yang dulu sebelum berpacaran
dengannya?
Anda Tidak Bahagia
Jatuh cinta membuat bahagia. Iya memang, Anda
tidak sedang hidup di negeri dongeng dengan label bahagia selamanya. Selalu ada
masalah atau konflik yang timbul jika itu berhubungan dengan urusan cinta. Jika
Anda bertengkar, berbaikan dan kembali merasa hari-hari Anda bersinar, itu
kabar baik. Tetapi jika Anda merasa sangat hampa, tidak ada lagi senyum ceria,
canda tawa yang lepas dan Anda tidak menikmati hubungan yang berlangsung, itu
kabar buruk.
Sinyal Dari Teman
Anda tidak pernah mengenalkan dia pada
teman-teman Anda. Kenapa? Ada yang mengganjal di hati? Atau sebaliknya, dia
tidak pernah mengenalkan Anda dengan teman-temannya. Ladies, memperkenalkan
seseorang yang spesial ke dalam lingkar sosial Anda adalah bukti bahwa Anda
siap berbagi kebahagiaan dengan mereka. Jika hal ini tidak Anda lakukan,
kembalilah pertanyakan poin ke 2. Dengarkan juga pendapat teman-teman Anda,
apakah mereka mengaku tidak suka dengan pacar Anda atau mereka merasa ada yang
aneh dengan hubungan asmara Anda. Pendapat dari orang lain lebih objektif,
karena jatuh cinta seringkali melumpuhkan logika seseorang.
Tidak Pernah Membicarakan Masa Depan
Hubungan asmara dimulai karena seseorang ingin
melangkah bersama di masa sekarang dan masa depan. Sangat wajar dan menjadi
sinyal yang baik jika Anda dan dia mulai membicarakan seperti apa masa depan
yang diinginkan, impian apa yang ingin diraih berdua dan sebagainya. Jika Anda
tidak pernah membicarakannya atau dia selalu menghindar tentang obrolan masa
depan, evaluasi hubungan Anda!
Dia Sering Berkomentar Negatif Tentang Anda
Apakah dia sering berkomentar jelek tentang
Anda? "Kamu kok makannya banyak banget, nanti kamu jadi chubby trus aku
makin naksir gimana nih?" Kalau yang ini jelas sedikit menggombal dan
bukan sebuah komentar negatif yang membuat hati teriris. Tapi jika dia sering
mengatakan rambut Anda jelek, selera pakaian Anda buruk, cara makan Anda kurang
begini, kecerdasan Anda payah dan hinaan-hinaan lain yang merendahkan, dia
bukan pria yang pantas untuk Anda. Bayangkan Anda hidup selamanya dengan pria
sejenis ini. What a nightmare!
Anda Merasa Buruk Pada Diri Sendiri
Wanita yang sedang jatuh cinta selalu
'bersinar' dan merasa semakin cantik luar dan dalam. Jika Anda tidak merasakan
hal ini, pertanyakan lagi hati Anda, apakah Anda bahagia, apakah rasa percaya
diri justru menurun, apakah Anda sering merasa tidak baik pada diri Anda
sendiri setelah bersamanya? Ini bukanlah sinyal yang baik.
Hati Anda Membisikkan Untuk Segera Putus
Tidak ada yang lebih baik daripada insting dari
hati. Luangkan waktu untuk berpisah sementara dengannya, lalu dengarkan hati
Anda. Jika rasa mengganjal itu semakin besar dan hati Anda terus menerus
memberi sinyal untuk segera mengakhiri hubungan, jangan ditepis begitu saja.
Hati Anda tahu apa yang paling baik untuk Anda.
Saat Anda bersama orang yang salah,
kebahagiaan Anda berkurang. Cinta seharusnya membawa kebahagiaan, jika yang
dirasakan hanya kebimbangan dan rasa hampa dalam hati, itu bukan cinta.
Bagaimana keputusan selanjutnya? semua di tangan Anda.


