Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!



Minder atau rasa malu memang tak kenal jenis kelamin dan usia. Siapapun bisa mengalaminya. Berikut, 10 sebab yang sering bikin pria minder :

1. Gemuk
He, ternyata mereka juga minder kalau kegemukan! Tapi konon pria overweight cenderung setia. Riset yang dilakukan di Jerman terhadap 1.000 pria menunjukkan pria overweight kurang suka berselingkuh. Maksudnya “peluang”-nya lebih kecil mungkin?

2.Small size
Meski ungkapan “size doesn’t matter” begitu populer, pria tetap berharap memiliki ukuran vital yang besar. That’s why Mak Erot laku.

3. Kondisi keluarga
Saya tidak pernah mau menceritakan kondisi keluarga. Saya terlahir dalam keluarga berantakan. Ibu Saya menikah lagi dan ayah pergi entah ke mana.” Bonzu, 27, lajang, pembuat film dokumenter.

4. Perempuan pintar
Saya suka merasa kecil kalau ngobrol dengan perempuan pintar yang cara bicaranya well educated. Biar enggak minder, saya menggiring dia ngobrolin hal-hal yang sangat saya kuasai.” Joko, 33, lajang, content developer.

5. Penampilan busuk
Pede saya pasti drop jika datang ke suatu acara dengan penampilan busuk sementara tamu-tamu yang lain berpenampilan necis.” Sofyan, 34, menikah, wiraswasta.

6. Pasangan populer
Gimana enggak minder, saya merasa seperti bayang-bayang, antara ada dan tiada.” Dimas, 33, menikah, karyawan swasta.

7. Materi kurang
Saya pernah minder ketika dijodohkan dengan seorang perempuan yang mempunyai materi lebih dari saya. Di saat dia sudah membawa mobil sendiri, saya mas naik bus.” Choki, 32, lajang, freelancer.

8. Perempuan tinggi
Saya (sampai) melarang dia menggunakan sepatu berhak ketika jalan berdua.” Yuldas, 35, lajang, wiraswasta.

9. Pasangan sukses
Saya mendukung kesetaraan gender. Tetapi tetap saja saya enggan mendekati perempuan yang posisinya lebih tinggi, apalagi jika kami sampai satu kantor.” Wenning, 24, lajang, marketing.

10. Tidak dibutuhkan
Saya terpaksa berpisah dengan pasangan karena dia sama sekali tidak butuh saya. Dia tidak pernah minta uang, semua kebutuhan dan tanggung jawab bisa diselesaikan tanpa bantuan saya. Lama-lama saya jadi minder karena dia lebih berperan dari saya.

Jika kamu suka artikel ini, sumbangkan komentar kamu

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar tentang apa yang telah dibacanya... :)