Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!


Pada Awal tahun ini perusahaan pembuat anti virus terkenal  Symantec mencatat penipuan di balik konten dewasa telah menyerang pengguna Facebook asal Indonesia. Penipuan ini berkedok aplikasi yang mengklaim bahwa jika pengguna mengkliknya, maka mereka bisa melihat video dewasa selebritis populer dan trik semacam ini  terbukti berhasil menjebak banyak pengguna internet.

Tampaknya, kini para penipu menggunakan teknik yang sama, yakni menggunakan selebritis tertentu sebagai umpan untuk menjerumuskan mereka ke situs penipuan. Tetapi tidak seperti penipuan terdahulu, pancingan tipuan yang dilakukan kali ini sedikit berbeda.

Jika sebelumnya situs-situs itu mengesankan bahwa mereka menyediakan banyak selebritis secara acak, kini mereka menyasar selebritis tertentu yakni Ahmad Dhani, pentolan band Dewa 19 dan Ahmad Band. Di situs phising-nya, penipu memasang foto Ahmad Dhani dan Dewi Perssik.

“Video Mesum Ahmad Dhani yang Terekam Kamera CCTV silakan login di bawah ini,” demikian bunyi pernyataan untuk memancing pengguna agar memberikan informasi alamat email atau akun Facebook-nya.  “Setelah pengguna memasukkan informasi login Facebook, mereka akan diantarkan ke situs porno,” kata Mathew Maniyara, analis Symantec, dikutip dari blog resminya, 25 Oktober 2011. “Jika pengguna memberikan informasi itu, maka si penipu berhasil mencuri informasi tersebut,” ucapnya.

Maniyara menyebutkan, sejauh ini selebritis memang menjadi target yang lumrah dalam sebuah serangan phising. Sebelum ini, di Internet telah muncul penipuan yang menggunakan Aishwarya Rai dan Katrina Kaif sebagai umpan. Penipu memilih selebritis dengan jumlah penggemar yang banyak demi memperbesar peluang mereka meraih banyak korban.

Untuk mencegah, pengguna disarankan untuk tidak mengklik link yang mencurigakan, jangan memberikan informasi pribadi lewat email ataupun pop up page, dan pastikan bahwa jika Anda ingin memberikan informasi finansial, situs tersebut dienkripsi dengan sertifikat SSL, menggunakan https, atau address bar berwarna hijau. Pastikan juga software pengamanan Anda sudah di-update ke versi yang terbaru.

Sumber : Ruang Hati