Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!


Bila Anda memiliki pasangan yang memiliki selera yang sama dengan Anda, tentu hal ini patut disyukuri. Anda bisa menonton konser musik, menonton film, atau makan di restoran, selalu bersama-sama, karena persamaan minat dan selera tadi. Namun bila tidak pun, tak menjadi masalah. Banyak kok, pasangan yang memiliki sifat yang bertolak belakang, atau selera yang jauh berbeda, namun tetap dapat menjalani hubungan dengan harmonis.

Bila Anda sedang mencari pasangan, perlu Anda ketahui bahwa persoalan minat atau selera bukan hal yang terpenting dalam soal hubungan. Atau dengan kata lain, bukan hal yang prinsip. Hubungan yang indah seringkali juga dibangun atas dasar perbedaan. Yang perlu disamakan adalah visi, harapan-harapan, atau tujuan dalam hidup. Bila tak memiliki kesamaan tujuan dalam hidup perkawinan, bisa dipastikan hubungan Anda tak akan sejalan.

Oleh karena itu, tak perlu khawatir jika Anda menyadari punya banyak perbedaan dengan si dia. Pada intinya, ada 5 macam selera atau pandangan yang tak harus sama-sama Anda berdua miliki, yaitu :

1. Selera musik
Minat dalam hal budaya pop memang yang paling mudah dikenali. Si dia menganggap selera musik Anda terlalu feminis, karena Anda menyukai Paula Cole, Sarah McLachlan, atau Gwen Stefani. Sedangkan Anda tidak mengerti apa bagusnya lagu-lagu rock jadul yang kerap didengarkan oleh si dia. Namun perbedaan soal selera dan wawasan musik bukan sesuatu yang akan menimbulkan konflik dalam hubungan. Selera, khususnya dalam musik, adalah sesuatu yang bisa diajarkan, atau ditularkan. Seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan Anda pun akan mulai bisa menikmati musik yang disukai oleh pasangan.

2. Selera intelektual
Salah satu tempat kencan Anda berdua adalah toko buku yang menyediakan kafe, sehingga Anda dapat membaca sambil ngopi. Si dia gemar membaca buku-buku politik atau kemiliteran, sementara Anda lebih suka membaca novel-novel roman picisan keluaran Harlequin. So what? Setidaknya Anda berdua sama-sama dapat menikmati momen ngopi sambil membaca. Yang menjadi masalah adalah jika si dia ternyata tidak suka membaca, dan bete berat jika Anda masuk ke toko buku. Anda juga bisa ilfil dengan pria yang alergi buku seperti ini.

3. Selera pertemanan
Si dia dan gerombolan teman-teman eks kuliahnya dulu tak beda dengan tabiat Ben Stiller atau Owen Wilson dalam film-film mereka. Mereka senang bercanda dan bertindak konyol, “bego-begoan”, pokoknya slapstick banget. Sementara pertemuan Anda dan teman-teman diramaikan dengan obrolan seputar infotainment, Desperate Housewives, atau big sale. Belum tentu Anda tidak bisa nyambung dengan gaya si dia seperti itu. Besar kemungkinan pria yang senang bercanda konyol seperti ini hanya ingin melepaskan penat, atau mengenang masa-masa muda yang tak akan mungkin kembali.

4. Kebiasaan menyimpan atau menggunakan uang
Anda memang harus hati-hati saat memilih pasangan, jangan sampai si dia seorang yang sering terlibat hutang, misalnya. Namun, boleh percaya boleh tidak, penelitian menunjukkan bahwa orang yang rajin menabung biasanya akan tertarik pada orang yang suka menghabiskan uang, dan begitu sebaliknya. Para profesor di Wharton School of Finance dan Northwestern University mengatakan bahwa pasangan penabung dan pemboros hanya merupakan contoh lain pasangan yang punya sifat bertolak-belakang. Sama halnya dengan pasangan si pendiam dan si ceriwis, si gesit dan si lelet, dan seterusnya.

5. Selera penampilan
Anda tahu pasangan Courteney Cox (mantan pemeran Monica Geller di Friends) dan David Arquette? David dikenal dengan selera busananya yang aneh dan enggak pernah matching. Padahal, Courteney pernah digelari Best Dressed Female Television Star. Namun hubungan mereka masih awet setelah 10 tahun menikah (dan David tetap saja tampil dengan baju-bajunya yang ajaib). Jika Anda menyadari selera berpakaian si dia yang payah, Anda bisa kok melakukan make over untuknya. Jadilah stylist pribadinya. Tentu, Anda tak harus melakukan perubahan yang drastis, karena si dia pasti akan langsung menolak. Tetapi bila setelah sekian lama si dia tak mau mengubah penampilannya, ya sudah biarkan saja.

Bagaimana dengan Anda? Apakah yang membedakan Anda dengan si dia?

Jika kamu suka artikel ini, sumbangkan komentar kamu

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar tentang apa yang telah dibacanya... :)