Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!

[kisah nyata] Bisikan itu Telah Menyelamatkanku

Pernahkah Anda mendengar sebuah bisikan yang aneh di dalam hidup? Sebuah bisikan yang sebenarnya membuat Anda takut, namun akhirnya Anda mengikutinya. Bisikan yang juga telah menyelamatkan hidup Anda?

Beberapa orang ini pernah mengalami kejadian aneh. Suatu ketika, masing-masing dari mereka mendengarkan bisikan, yang ternyata justru menyelamatkan nyawa mereka.

Seperti apakah cerita mereka? Mari kita baca di halaman selanjutnya.

Bila Anda punya pengalaman serupa seperti mereka, bagikan cerita Anda di kolom komentar kami.

***

Aku Diselamatkan Roh Kakakku

Usiaku saat itu baru 7 tahun. Gemar melakukan hal-hal yang 'dilarang' oleh kedua orang tuaku. Kata mereka aku ini sangat aktif dan tak punya rasa takut. Kalau orang tuaku bilang aku tak boleh memanjat, aku akan memanjat semakin tinggi. Aku hanya penasaran saja.

Suatu hari, ibu meninggalkanku seorang diri di rumah, karena aku sedang tidur siang. Tampaknya ia pergi ke rumah tetangga di dekat rumahku. Ternyata aku terbangun beberapa menit setelah ibu pergi. Sebenarnya aku ingat bahwa ibu pernah mengingatkan aku untuk tidak bermain korek api di dalam rumah. Namun, begitulah aku, tak mengindahkan pesannya.

Aku duduk di meja dapur. Bersila di atas meja sambil menyalakan korek api dan membakar kertas yang sudah kususun-susun . Sebelum kertas itu habis terbakar, aku akan mematikannya dengan cara memukul-mukul dengan kayu. Dan setelah beberapa kali aku mengulanginya, tiba-tiba serpihan kertas yang masih menyala terbang menyambar gorden di jendela dapur. Aku terdiam, mengamati gorden yang perlahan terbakar. Tak berani bergerak. Tak berani turun dari atas meja dan mematung.

Sebuah bisikan kemudian terdengar, memintaku turun perlahan, kemudian berlari ke pintu keluar dan meminta tolong pada tetangga sebelah rumah. Aku yang awalnya tak punya keberanian melakukannya, kemudian beranjak mengikuti suara itu. Sempat berdiri di pintu keluar dan menoleh ke belakang, aku melihat sesosok anak laki-laki yang usianya mungkin hanya terpaut 1 tahun lebih tua. Ia tersenyum dan menyuruhku pergi.

Aku selamat. Dan rumahku juga. Hanya bagian dapur saja yang berantakan dan dimakan api, namun tak sampai melenyapkan seluruh rumahku.

Belakangan aku tahu bahwa sosok yang kulihat adalah almarhum kakak laki-lakiku. Yang meninggal karena sakit saat aku masih bayi. Terima kasih kakak. kau telah menyelamatkan hidupku.

Diceritakan oleh S.A, 37 tahun

***

Lompat, Tita! Lompat Sekarang!

Namaku Tita, usiaku 10 tahun. Aku tinggal dengan nenek, kakek dan ayahku. Hari itu aku akan mengunjungi makam ibuku di luar kota bersama ayah. Duduk di sebelah jendela membuatku tak bisa diam dan tidur. Aku sangat menikmati pemandangan di luar jendela itu.

Belum sampai separuh perjalanan, aku merasa resah dan bosan. Kulirik ayahku telah tertidur pulas, mungkin karena lelah. Aku tak berani membangunkannya.

Aku mencoba tidur di samping ayah, memejamkan mata namun tak juga tertidur. Sampai akhirnya aku terkejut dan terdiam saat mendengar suara ibu "Kereta ini akan mengalami tabrakan. Lompat, Tita! Lompat sekarang!"

Herannya, aku langsung percaya dan membangunkan ayah. Tentu saja ayah tak percaya dan memintaku untuk kembali tidur. Ia memelukku. Namun aku memaksanya. Dan entah bagaimana, ia kemudian menurutiku.

Di dekat tikungan, saat kereta menurunkan kecepatan lajunya, ayah menggandeng tanganku dan melompat ke rerumputan. Sambil mengomel, ayahku bilang ini adalah tindakan gila telah menuruti kata-kata anak kecil. Apalagi ini termasuk berbahaya karena kereta masih dalam keadaan melaju.

Tak berapa lama di balik bukit terdengar bunyi benturan keras disertai suara booommm... Kereta itu bertabrakan dengan kereta lain. Kesalahan masinis mengambil jalur dituding sebagai penyebabnya. Karena kereta yang ditabrak adalah kereta pembawa BBM, maka api lekas menyebar memakan badan kereta. Hanya beberapa orang yang selamat dengan luka-luka cukup parah.

Diceritakan oleh Tita, 28 tahun.

***

Nyawaku Hampir Lenyap di Tangan Gas Yang Bocor

Aku adalah seorang ibu rumah tangga. Pekerjaanku sehari-hari adalah menyiapkan segala kebutuhan keluargaku, mulai dari baju-bajunya, sarapan pagi, makan malam, dan lain sebagainya. Sebagai ibu aku sangat bangga telah membantu keluargaku dalam kesehariannya.

Sisa waktuku lebih banyak kuhabiskan di dapur, entah membuat berbagai kue-kue kering atau mencoba-coba resep puding. Siang itu aku mendapat pesanan kue kering beberapa resep. Aku jadi super sibuk dan kugelar semua bahan di meja dapurku. Berkutat dengan ini itu aku tak sadar gasnya sedang bocor. Karena terlalu sibuk memulas adonan kue, aku akhirnya pingsan karena terlalu banyak menghirup gas.

Seingatku, ada yang membangunkan aku, menyeretku keluar dari dapur. Menggoyang-goyang tubuhku dan membisikkanku agar aku lekas siuman. Saat aku membuka mataku, aku sudah berada di ruang tamu. Tercium bau gas yang cukup kental di sana, dan akupun berlari keluar rumah meminta pertolongan.

Aku tak pernah tahu siapa yang menyeretku ke ruang tamu dan membangunkan aku. Yang aku tahu, aku selalu sendirian dan tak ada orang di rumah hari itu. Namun aku percaya bisikan itu yang telah menyelamatkan nyawaku.

Diceritakan oleh ibu Noer, 39 tahun.

Jika kamu suka artikel ini, sumbangkan komentar kamu

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar tentang apa yang telah dibacanya... :)