Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!

monika samaan


Makanan siap saji seperti kentang goreng, ayam goreng, dan burger adalah favorit hampir setiap anak, tak terkecuali Monika Samaan (14). Namun nahas, gadis kecil asal Australia ini mengalami kelumpuhan akibat makan makanan sampah tersebut.


Kejadian bermula saat ayahnya membeli makanan siap saji pada 2005. Usai makan junkfood, Monika yang berusia tujuh tahun langsung tak sadarkan diri dan dirawat selama enam bulan di rumah sakit. Dia dididagnosa keracunan bakteri Salmonella yang mengakibatkan kerusakan otak.

Ayah, ibu, dan saudara laki-laki Monika juga mendapatkan perawatan rumah sakit di Sydney Australia, setelah mereka berbagi makanan seperti yang dimakan oleh Monika.

Setelah bangun, Monika tak mampu lagi bermain karena kedua kakinya tak dapat digerakkan. Keadaan ini memaksa Monika duduk di kursi roda sepanjang waktu. Orang tuanya pun menuntut restoran cepat saji itu sebesar AUS$ 8 miliar atau sekitar Rp74,7 miliar atas kejadian yang menimpa putri mereka.

Seperti yang dilansir dari The Herald Sun, sidang terkait tragedi ini dimulai sejak minggu lalu memutuskan pihak restoran harus membayar denda yang dituntut keluarga atas kejadian yang menimpa Monika.

Namun, pihak restoran membantah makanan mereka lah yang menyebabkan kelumpuhan Monika. "Kami percaya bahwa bukti yang ada tidak menyebutkan bahwa restoran kami penyebab dari tragedi itu. Kami akan mencari informasi lebih lanjut terkait hal ini, dan kami juga telah memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan Rotham," kata pengelola restoran tersebut kepada The Sun.

Menurut pengacara restoran, Ian Barker, "Kompensasi yang mereka minta terlalu besar, lagi pula keluarga itu belum bisa membuktikan bahwa yang dimakan adalah makanan yang dibeli di tempat kami."
Sementara pengacara Samaan, George Vlahakis mengatakan putusan tersebut sangat melegakan, namun menginginkan agar perawatan Monika dilakukan sesegera mungkin. Sebab, otak Monika telah rusak parah dan menyebabkan kecacatan permanen. Dia bahkan tak mengenali keluarganya.

Monika yang kini tumbuh besar selalu membutuhkan bantuan dari saudaranya dan keluarganya untuk beralih dari satu tempat ke tempat lain.

Jika kamu suka artikel ini, sumbangkan komentar kamu

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar tentang apa yang telah dibacanya... :)