Kejadian ini terjadi pada suatu hari di tengah
hutan, ketika diadakan pendidikan dasar untuk para pencinta alam. Seorang
senior (instruktur) menemukan sebuah pisau lipat yang tergeletak di atas tanah.
Menurut ketentuan yang berlaku selama pendidikan dasar, barang siapa yang
meninggalkan sesuatu selama dalam perjalanan harus dihukum. Senior tersebut
dengan segera mengambil pisau lipat tadi dan bermaksud untuk menghukum siswa
pendidikan dasar yang telah lalai meninggalkan pisau lipatnya. Setelah para
siswa berkumpul semua, sang senior dengan nada berwibawa berkata, "Siapa
yang merasa kehilangan pisau lipat di tengah perjalanan tadi?" Tak ada
satu pesertapun yang menjawab.
Kemudian sang senior menambahkan, "Hayo
cepat? saya sebenarnya sudah tahu siapa pemilik pisau lipat ini karena namanya
terukir di situ. Tapi saya ingin kejujuran kalian untuk mengaku!"
Masih tidak ada jawaban dari peserta.
"Karena tidak ada yang dengan jujur mau mengakui kesalahannya maka saya
akan panggil namanya!!!" Peserta masih saja diam.
Akhirnya sang senior habis kesabarannya,
diambilnya pisau lipat tadi kemudian dengan lantang dia berkata, "Stain...
maju ke depan!"
Para siswa saling melirik kalau-kalau ada yang
maju ke depan. Karena tidak ada yang maju ke depan si senior berkata lagi,
"Saya panggil sekali lagi, yang bernama STAINLESS STEEL ... maju ke
depan!!!"
==============================================================
Seorang dokter baru saja menyelesaikan
pemeriksaannya terhadap seorang pasien. Setelah selesai, sang dokter meminta
pasien tersebut untuk masuk ke dalam kantornya.
"Silakan duduk, Pak Calvin. Setelah
melihat hasil pemeriksaan tadi, saya menyarankan agar Bapak dioperasi sesegera
mungkin."
Pak Calvin berpikir sejenak lalu kemudian
bertanya, "Sejauh mana operasi ini mempengaruhi hobi saya, Dokter?"
"Apa sih hobi Anda?" tanya sang
dokter.
"Menyimpan uang!"



