Seorang warga Muslim Rusia yang mengklaim
sebagai pria tertua di dunia, wafat pada usianya yang ke-122. Pria itu
merupakan saksi Revolusi Bolshevik hingga berakhirnya rezim Uni Soviet.
Magomed Labazanov, lahir pada 1890 silam,
tepat sebelum Tsar Nicholas II naik tahta. Pada saat Vladimir Lenin naik ke
tampuk kekuasaan, Labazanov berusia 27 tahun. Pada saat itulah Revolusi
Bolshevik dimulai.
Menurut Labazanov, resep panjang umur baginya
adalah tidak meminum alkohol, merokok, serta tidak melakukan seks bebas.
Labazanov sudah pernah menikah dua kali, namun dirinya terpaksa bercerai karena
gagal memiliki keturunan. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail.
Pria yang sempat menjadi tukang kayu itu tidak
pernah belajar untuk membaca dan menulis, namun dirinya menjalankan gaya hidup
diet sehat dengan mengkonsumsi buah-buahan, susu, dan jagung. Makanan-makanan
itu diduga menjadi rahasia panjang umur kakek berjenggot putih itu.
Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke 118, Labazanov menari-nari dengan
tarian tradisional Kaukasus. Keluarga Labazanov gagal memasukannya ke Guinness
Book of World Record karena pria itu tidak memiliki akte kelahiran atau
surat-surat yang menjadi bukti kelahirannya.
Menurut rekan Labazanov, surat-surat kelahiran
itu hilang di saat munculnya kerusuhan di era kebangkitan Soviet. Pada saat
itu, masjid maupun gereja dibakar.
Warga Muslim Rusia yang hidup di Dagestan,
Kaukasus, terkenal dengan umur panjangnya. Labazanov sendiri sempat mengatakan
bahwa dirinya memiliki 18 cucu dan lebih dari 20 cicit. Pria itu juga hidup
lebih lama dibanding tiga putranya.



