Saat traveling ke pedalaman Kalimantan mungkin Anda bisa bertemu Suku
Dayak yang memiliki ciri khas telinga panjang. Ternyata, masih banyak suku
dengan tradisi unik yang bisa kita tahu saat traveling ke sana.
Dihimpun detikTravel, berikut adalah tempat tinggal para suku asli
dengan tradisi unik. Siap-siap tercengang, ya!
1. Suku Dayak Kenyah, Indonesia
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda begitu pertama kali
mendengar kata Suku Dayak di Kalimantan? Biasanya bayangan wanita dengan banyak
anting dan telinga panjang, langsung melintas.
Ya, memang itulah ciri khas dari suku ini. Sayangnya, sekarang tidak
semua Suku Dayak di Kalimantan memelihara tradisi ini. Jika penasaran, Anda
masih bisa melihatnya dengan datang langsung ke pelosok Kalimantan, tempat
tinggal Suku Dayak Kenyah.
Di kalangan Suku Dayak Kenyah baik wanita maupun pria, tradisi
memelihara telinga panjang dengan banyak anting masih dilakukan. Ternyata,
penindikan ini sudah dilakukan sejak anak Dayak Kenyah berusia satu tahun.
Kemudian, penambahan satu buah anting dilakukan setiap tahun.
Usut boleh usut, tujuan tradisi unik ini adalah sebagai penanda
identitas mereka. Semua bisa dilihat dari jenis anting yang digunakan. Khusus
kaum bangsawan, gaya dan jenis anting yang digunakan lain dari yang lain.
2. Suku Mursi, Ethiopia
Kalau Suku Dayak Kenyah memiliki ciri khas daun telinga yang panjang,
lain halnya jika Anda traveling ke pemukiman Suku Mursi di Ethiopia. Suku yang
tinggal di Desa Omo, kawasan Omo River, Ethiopia ini memiliki ciri bibir yang
memanjang.
Bibir milik Suku Mursi sengaja dibuat memanjang dan bolong di bagian
tengahnya. Tujuan pembolongan ini adalah untuk penyematan plat besar berbentuk
lingkaran. Ternyata, di Desa Omo, seorang wanita sudah boleh mengenakan plat di
bibir setelah berumur 15 atau 16 tahun. Saat itu, daun bibir akan ditarik dan
dilubangi paksa.
Ada banyak alasan yang melatarbelakangi para wanita Suku Mursi
membolongi bibirnya. Ada yang mengatakan ini adalah simbol kecantikan wanita.
Para pria akan menghormati wanita yang melubangi bibir dan menempelkan plat.
Tidak hanya itu, plat di bibir ini juga berfungsi sebagai simbol
komitmen seorang istri kepada suaminya. Plat ini boleh dilepas bila sang suami
meninggal. Sebaliknya, wanita yang tidak mengenakan plat akan dianggap malas.
Saking penasarannya, sudah banyak traveler yang sengaja datang ke desa
ini untuk menyaksikan ciri khas Suku Mursi secara langsung.
3. Suku Apatani, India
Apatani adalah suku yang tinggal di Lembah Ziro, Distrik Arunachal
Pradesh, India. Suku ini menarik untuk dikunjungi traveler pecinta wisata
budaya, karena keunikan tradisinya. Betapa tidak, suku ini mengharuskan wanita
yang sudah tua untuk menutup lubang hidung.
Tradisi menyumbat lubang hidung di kalangan Suku Apatani ternyata sudah
dilakukan secara turun temurun. Menurut Apatani, kegiatan menyumbat hidung
dimaksudkan untuk membuat kaum wanita tampak kurang menarik di mata suku lain.
Aneh? Tentu saja tidak, karena Suku Apatani diyakini sebagai suku
tercantik di banding suku lain di Arunachal. Sayangnya, tradisi ini sudah mulai
luntur dan sedikit demi sedikit ditinggalkan.
4. Suku Padaung, Thailand
Setelah Dayak, Mursi dan Apatani, kini saatnya Anda traveling ke tempat
tinggal Suku Padaung di Thailand. Suku ini terkenal karena tradisi unik yang
mengharuskan wanita menggunakan cincin leher.
Suku Padaung biasa dikenal juga dengan sebutan Suku Kayan. Sudah sejak
lama suku ini dikenal dengan tradisi cincin emas yang terpasang di leher sejak
berusia 5 tahun. Kemudian, tumpukan cincin ini bertambah terus setiap tahunnya.
Akibatnya, tulang di pundak mendapat dorongan ke bawah yang membuat
leher tampak memanjang. Inilah yang membuat Suku Padaung dikenal sebagai Suku
Berleher Jerapah.
Ternyata, penggunaan cincin leher ini bukan tanpa maksud. Semua
ditujukan sebagai identitas kecantikan dan menarik perhatian kaum pria.






