Warung Internet

Dunia yang asik untuk berbagi...

Pada tanggal 19 November 2012 DD akan ganti template, jadi jika kamu mengalami gangguan pada tanggal itu Admin mohon maaf | Mohon maaf untuk sementara artikel Humor dan Cermis belum bisa diposting. InsyaAllah akan mulai berjalan normal pada awal bulan desember 2012 |

Kamu suka artikel ini? Klik "Like" dan +1!


Ada dua sahabat, masing-masing mempunyai seorang anak, yang satu laki-laki berumur 6 tahun dan lainnya perempuan berumur 3 tahun.

Suatu saat mereka bertemu. Ayah si anak laki tiba-tiba mempunyai ide, lalu berkata pada sahabatnya.

"Sahabatku..., untuk mempererat tali persahabatan kita, bagaimana seandainya..., kita jodohkan anak-anak kita setelah mereka dewasa nanti...?"

Setelah berpikir sejenak..., sang sahabat menjawab:

"wah... tidak mau, mana boleh??".

Ayah si laki terkejut mendengar jawaban sahabatnya :

"Lho...? kok kenapa ???!"

"Kalau begitu rugi anak saya dong! Coba kamu pikirkan... sekarang usia anakmu 6 tahun dan usia anak saya baru 3 tahun... berarti, usia anakmu DUA KALI lipat usia anak saya..., bagaimana nanti, jika anak saya sudah berumur 25 tahun, tentu anakmu sudah berusia 50 tahun? wah, mana boleh..., mana boleh!!" ujarnya sambil berlalu..

==============================================

Seorang suami-istri tengah berhadapan di persidangan untuk memperebutkan hak asuh anak. Setelah memasuki beberapa kali masa sidang, hakim akan memutuskan siapa yang mendapat hak asuh ketiga anak tersebut. Namun hakim masih memberikan kesempatan kepada masing-masing untuk membuat pembelaan.

Sambil menahan air mata dan emosional sang istri merasa yang paling berhak menerima hak asuh. "Yang mulia, Saya yang mengandung, melahirkan bayi itu ke dunia dengan rasa sakit dan penuh kesabaran. Anak itu harus jatuh ke tangan saya," katanya meminta.

Hakim selanjutnya memberi kesempatan kepada pihak suami, "Apa pembelaan anda terhadap tuntutan istri Anda"

Sang suami diam sebentar sambil berpikir, dengan nada datar mulai angkat bicara, "Yang mulia, saya telah sekian tahun hidup bersama mereka. Saya selama ini sudah menyatu. Ada sebuah logika 'jika saya memasukkan koin ke sebuah mesin minuman teh botol, mesinnya bergoyang sebentar, dan minumannya ke luar'. Menurut Pak Hakim, minumannya milik saya atau mesinnya?"

Hakim, "Masuk akal juga..."

Jika kamu suka artikel ini, sumbangkan komentar kamu

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar tentang apa yang telah dibacanya... :)